Home > Otomotif > Busi D8EVX, Mendekati Pembakaran Sempurna

Busi D8EVX, Mendekati Pembakaran Sempurna

Setelah mencoba menggunakan busi NGK D8EVX di kisaran 500km-an, beberapa kali setelah menempuh beberapa puluh kilometer, beberapa kali pula melihat hasil pembakaran busi. Di awal-awal sering menghitam alias terlalu kaya bahan bakar. Menggunakan BBM Pertamax, Oli Mesin masih Enduro 4T Racing, 1 pcs 9 power di deket koil, cara berkendara standar aja (kadang klo pas sepi Italian Tuning), putaran Mixture Screw antara 3-3,5 putaran.

Nah kemarin coba iseng-iseng cek elektroda busi lagi, setelah kira-kira 150km dari terakhir kali busi saya bersihkan. Jrengg… dapet merah bata seperti foto di atas. Kalau dilihat di sekitarnya sih masih banyak yang hitam, mungkin belum sempurna betul pembakarannya, tapi dari beberapa kali test, ini hasil terbaik. Kemarin kemarin kadang terlalu putih dan hanya nambah abu-abu, atau kadang hitam pekat. Setting terakhir saya kembalikan Mixture Screw ke standarnya sesuai buku petunjuk, yakni 3,5 putaran. Cara berkendara (karena ini paling dominan dalam urusan irit/boros nya BBM) normal, hanya ganti gigi persis di angka 8000 rpm, kadang 8500-9000 rpm.

Beberapa hari ini karena saya sering pulang malem, jalan Solo – Boyolali cenderung sepi sekitar pukul 10 – 11 malem, saya coba gaya Italian Tuning (katanya) yakni dengan teknik mengganti gigi tepat di rpm pas menyentuh redline, yakni kisaran 9500rpm. Di rpm segitu ditahan 5-10 detik, baru pindah ke gigi berikutnya. Gigi terakhir, gigi 5 hanya sempat sampai hampir 8000 rpm, keburu habis jalannya ๐Ÿ˜€ karena handle gas dipelintir pelan-pelan. Soal top speed ga terlalu memperhatikan, tapi yang sempat saya lirik sekitar 115km/jam (versi spido, bukan pake GPS). Kondisi jalan cenderung naik, dari Kartasura menuju Boyolali. Bobot rider sekitar 78kg ditambah beban tas+laptop sekitar 2kg. Kalo arah sebaliknya, karena jalan cenderung menurun, pernah di daerah Banyudono, dari arah barat setelah RSUD Banyudono menuju pertigaan Bangak, dengan kondisi yang sama pernah dapet 125km/jam di gigi 5 rpm 8000-an.

Soal komsumsi BBM, saya tidak begitu persis soalnya memang belum ngetes secara detail. Tapi berdasarkan feeling aja, kayaknya rata-rata sekitar 25-30km/liter. Lain kali pas ada waktu senggang saya coba test konsumsi BBM dengan detail. Testi lain menggunakan busi ini, saya rasakan getaran mesin ga seperti dengan busi standard pio (DP8EA), untuk meraih rpm 8000 ringan banget.

Mungkin ada yang punya pengalaman serupa ?

Setelah mencoba menggunakan busi NGK D8EVX di kisaran 500km-an, beberapa kali setelah menempuh beberapa puluh kilometer, beberapa kali pula melihat hasil pembakaran busi. Di awal-awal sering menghitam alias terlalu kaya bahan bakar. Menggunakan BBM Pertamax, Oli Mesin masih Enduro 4T Racing, 1 pcs 9 power di deket koil, cara berkendara standar aja (kadang klo pas sepi Italian Tuning), putaran Mixture Screw antara 3-3,5 putaran. Nah kemarin coba iseng-iseng cek elektroda busi lagi, setelah kira-kira 150km dari terakhir kali busi saya bersihkan. Jrengg... dapet merah bata seperti foto di atas. Kalau dilihat di sekitarnya sih masih banyak yang hitam, mungkin belum…

Review Overview

User Rating: Be the first one !
0

About Khoirul Imamudin

Nama saya Khoirul Imamudin. Tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Kota yang terkenal dengan susunya, yakni Boyolali. Tinggal di sebuah wilayah yang cukup tidak lagi terpencil, tepatnya di Dukuh Jaten Wetan Desa Kragilan Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Selain aktif di dunia IT, saya juga hobby riding dengan motor, maka di blog saya ini konten yang saya bagi mungkin akan banyak bertemakan IT dan Otomotif.

6 comments

  1. beli businya dimana mas? nyari dibengkel bilangnya udah gak produksi lagi, ganti yang G POWER.
    Salam kenal mas, pio rider juga, wong mboyolali juga ๐Ÿ˜€
    kalau lewat banyudono ketemu sama new pio z warna merah klakson2 ya mas, kali aja itu saya… ๐Ÿ˜€

    • klo di boyolali, coba di semarang motor (toko onderdil mobil) depan PKPN. Memang aga sudah carinya.. saya mau cari yg DP8EVX, tapi dapetnya D8EVX. klo di kartasura, coba di toko onderdil sebelah timur perempatan kartasura kira-kira 200 meter kiri jalan, itu ada toko besar banget. kapan-kapan pio boyolali kumpul – kumpul kyknya menarik nih ? hehe

  2. ahaayyyy… pernah tak bawa dari tugu sapi depan smtp sampai pertigaan tegalwire kurang lebih 1 km.. nyandak 135 km/jam… minggu2 jam 06.30 sepiiii…. sengojo g crito ndak di sengeni hwa hwa hwa…., juga pernah naik di lingkar salatiga.. dari arah utara ke selatan.. muatan 88 kg+60kg=148kg. bisa jalan 110 km/jam. CB150R, vixion dan new Tiger moto picek.. GELENG GELENG krenggosan seng dho ngoyak…

    • Walah.. jebul’e wis pernah dinaiki rider sing luwih “ganas” … hahaha
      Kapan hari pas pulang mudik dari Ngawi, boncengan ama istri dan kedua si kecil, di depan SPBU Teras ada CS1 yang ga mau didahului. Saya dahului dari sebelah kanan karena biar si kecil ga kena asap truk. Lha kok kayaknya ga mau di dahului si CS1 (rider sendirian)… yo wis, bukan niat membalap karena memang ga sebanding dong, lagian bawa nyawa 3 jee… yo wiss tancap sampai RPM 9500, lha wong udah ga betah ama asep truknya.

Silahkan berkomentar