Home > Lainnya > Masjid Pulau Penyengat

Masjid Pulau Penyengat

Ke Tanjung Pinang, tidak lengkap kalau tidak sekalian mampir ke Pulau Penyengat. Kira-kira 30 menit dari Tanjung Pinang dengan menaiki perahu, maka sampailah ke Pulau Penyengat.

Pintu masuk / gapura masuk pulau penyengat

Tujuan pertama adalah masjid, dan alhamdulillah, sebelum pulang, saya dan teman-teman sempat ikut sholat dhuhur berjamaah disini.

Sumber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/40/Masjid_sultan_Riau_Penyengat.JPG

Pintu utama masuk masjid berada di tengah, menjorok ke depan seperti beranda dan diatapi kubah. Di tiap sudutnya terdapat pilaster. Denah dan semua elemen yang ada dalam masjid berada dalam susunan berbagai alat yang berada dalam  masjid pulau penyengat, atap ruang utama masjid sangat unik dan pengaruh  seperti seperti masjid  yang ada di india. Keunikan  terdapat  beberapa deratan yang melintang dan membujur  dari kubah-kubah.  Darul mengatakan   Kubah berbentuk bawang, berbaris empat mengarah kiblat dan berbaris tiga dengan arah melintang. Secara keseluruhan kubahnya berjumlah 12 jika, ditambah dengan kubah di atas beranda depan pintu masuk utama, maka jumlahnya menjadi 13

Papan nama masjid

Sejarah masjid ini  yang bangun oleh  Raja abdurahman di pertuankan oleh Muda  Riau   Vll. Masjid ini  mulai di bangun pada tanggal  1 syawal 1249 H ( 1832) M. Dengan luas  18 x 19, 80 meter  dan  luas lahannya sekitar  55 x 33 meter.

Masjid pulau penyengat ini memiliki 4 buah menara, posisinya berada di setiap sudut ruang utama sembahyang, dengan bentuk yang hampir sama. Puncak menara berbentuk sangat runcing seperti pensil. Tampaknya menara ini dipengaruhi oleh menara-menara masjid di Turki  ujar Darul . Hal yang sedikit membedakan, menara masjid di Turki runcing, tinggi dan ramping, sementara menara Masjid Sultan Riau di Penyengat hanya runcing, namun tidak tinggi dan ramping juga bisa dikatakan besar dan cukup luas.

Mendengarkan keterangan dari takmir masjid mengenai sejarah masjid

 

Koleksi pustaka

Di dalam masjid  ini  banyak tersimpan  kitab-kitab suci  Al Qur’an  yang berkenaan dengan ajaran agama islam, dan banyak juga yang di ambil  dari perpustakaan oleh Raja Muhammad Yusuf  Al-ahmadi  yang di pertuankan oleh Riau Muda X. Barang yang menarik antara lain kitab suci Al Qur’an ditulis  menggunakan tangan dan menjadi salah  satu  menjadi kebanggaan orang melayu.

“DIlarang berphoto didalam masjid”

Serambi Masjid yang luar

 

Makam di utara masjid

Tempat wudhu

Pulau Penyengat menjadi tujuan wisata yang menarik, apalagi jika bepergian ke Tanjung Pinang, Batam dan sekitarnya.

 

About Khoirul Imamudin

Nama saya Khoirul Imamudin. Tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Kota yang terkenal dengan susunya, yakni Boyolali. Tinggal di sebuah wilayah yang cukup tidak lagi terpencil, tepatnya di Dukuh Jaten Wetan Desa Kragilan Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Selain aktif di dunia IT, saya juga hobby riding dengan motor, maka di blog saya ini konten yang saya bagi mungkin akan banyak bertemakan IT dan Otomotif.

Silahkan berkomentar