Home > Otomotif > Touring > Mencari Jalur Alternatif Ketika Jembatan Comal Rusak

Mencari Jalur Alternatif Ketika Jembatan Comal Rusak

Kemarin malam dapat info dari teman serta beberapa berita di social media dan news media kalau jembatan Comal rusak parah dan terpaksa ditutup total hingga perbaikan selesai. Hal ini memaksa arus lalu lintas di jalur pantura terpaksa dialihkan. Untuk yang dari Jakarta, info sementara arus sudah dialihkan sejak dari Tegal dengan kemungkinan jalur yang ditempuh adalah via Purwokerto. Kemudian dari arah Semarang, dapat info lagi kalau sudah dialihkan sejak keluar dari Semarang dengan kemungkinan jalurnya adalah Semarang – Magelang. Momen yang tepat seperti 2 tahun lalu ketika saya dan tim ber-touring ria dari Pemalang ke Boyolali.

Jembatan Comal yang rusak parah (sumber: solopos.com)

Berhubung hari Ahad besok adalah jadwal ke maintenance ke salah satu klien di Pemalang, maka mau tidak mau harus cari jalur lain dari Pekalongan menuju ke Pemalang. Buat saya yang lebih suka jalur alternatif dari pada Pantura, dari Boyolali biasanya saya lewat Temanggung. Dari Temanggung ini kemudian saya ambil jalur lewat Sukorejo – Bawang – Bandar – Kajen. Kajen biasanya saya kembali masuk Pantura via Wiradesa. Nah berarti PR buat jalur alternatif besok adalah mencari jalur dari Kajen menuju ke Pemalang, menghindari Comal. Bila anda suka jalur alternatif, mungkin tips saya di artikel sebelumnya “Tips Aman dan Nyaman Berkendara Melewati Jalur Alternatif” semoga bermanfaat. 

Jembatan Comal

Jembatan Comal

Di atas adalah penampakan citra satelit Jembatan Comal dari Google Maps. Terdapat 2 jalur jembatan yang menurut info keduanya ambles pada bagian penghubung jalan dengan jembatan. Wayahe mudik malah ambles, kalau perbaikan belum selesai sampai arus mudik yang puncaknya diperkirakan pekan depan, mungkin para pemudik diharap sabar karena waktu tempuh pasti jauh lebih lama dari biasanya yang memang sudah lama juga.

Jalur alternatif Kajen – Pemalang

Route plan sementara adalah via Kutorejo – Bodeh. Tapi saya sendiri juga kurang tahu kondisi jalan dan traffic jalur ini karena belum pernah lewat sini sebelumnya. Kemungkinan ramai “iya” karena pasti sudah jadi pilihan alternatif para pengguna jalan. Jangan segan-segan untuk bertanya kepada penduduk sekitar jalur mana yang bisa dilewati. Kalau punya GPS lebih bagus lagi. Kalo saya biasanya memanfaatkan fitur GPS di smartphone. Titik yang saya lingkari merah adalah lokasi jembatan yang rusak. Kemungkinan juga jalur ini sudah ramai.

Titik jembatan lainnya di dekat Jembatan Comal

Titik jembatan lainnya di dekat Jembatan Comal

Mengingat sungai ini adalah cukup lebar, maka dipastikan tidak banyak jembatandi sepanjang jalur alirannya. salahs atunya yang terdekat dengan Jembatan Comal adalah jembatan yang saya lingkari warna hijau di atas. Mungkin bisa dilewati dan kemungkinan juga ramai karena warga setempat pasti juga memberi bantuan petunjuk jalur alternatif terdekat yg bisa dilewati.

Jalur alternatif Temanggung - Kajen

Jalur alternatif Temanggung – Kajen

Untuk jalur Temanggung – Kajen melewati jalur seperti biasa lewat Sukorejo – Bawang – Bandar. Jalur lumayan bagus meski beberapa daerah ada yang jalurnya kecil dan beberapa daerah jalurnya cukup lebar. Kondisi jalan rata-rata bagus dan mulus.

Di jalur ini, tepat di jembatan yang saya lingkari warna merah merupakan jembatan kayu yang hanya bisa dilewati oleh motor. Jadi kalau anda pake mobil, dipastikan tidak bisa melewatinya. Untuk motor saja, ketika berpapasan di tengah, salah satu harus berhenti daripada senggolan trus sukses masuk sungai yang tingginya sekitar 10m. Sayang nya saya belum sempat foto-foto disini, insya allah besok pas lewat lokasi ini saya fotokan jembatannya. Semoga hari cerah dan bisa selfie 😀

Jalur Boyolai - Pemalang via Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga

Jalur Boyolai – Pemalang via Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga

Jalur alternatif kedua adalah via Banjarnegara dan Purbalinnga seperti gambar di atas. Kalau jalur normal ketika Jembatan Comal tidak rusak, Boyolali – Pemalang sekitar 210km (waktu tempuh saya 5,5jam), lewat jalur ini sekitar 263km (perkiraan mungkin sekitar 6-7jam). Buat anda yang mungkin dalam perjalanan ke arah yang sama dengan saya hari Ahad besok, ayo kita barengan. Atau arah kembali di hari Rabu/Kamis  (23/24) dari Pemalang – Boyolali.

Sebelum berangkat jangan lupa berdoa dan baca ayat kursi semoga perjalanan kita dilindungi oleh Allah SWT, mendapat ridho serta barokah-NYA. Aamiin.

Kemarin malam dapat info dari teman serta beberapa berita di social media dan news media kalau jembatan Comal rusak parah dan terpaksa ditutup total hingga perbaikan selesai. Hal ini memaksa arus lalu lintas di jalur pantura terpaksa dialihkan. Untuk yang dari Jakarta, info sementara arus sudah dialihkan sejak dari Tegal dengan kemungkinan jalur yang ditempuh adalah via Purwokerto. Kemudian dari arah Semarang, dapat info lagi kalau sudah dialihkan sejak keluar dari Semarang dengan kemungkinan jalurnya adalah Semarang - Magelang. Momen yang tepat seperti 2 tahun lalu ketika saya dan tim ber-touring ria dari Pemalang ke Boyolali. …

Review Overview

User Rating: 3.8 ( 1 votes)
0

About Khoirul Imamudin

Nama saya Khoirul Imamudin. Tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Kota yang terkenal dengan susunya, yakni Boyolali. Tinggal di sebuah wilayah yang cukup tidak lagi terpencil, tepatnya di Dukuh Jaten Wetan Desa Kragilan Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Selain aktif di dunia IT, saya juga hobby riding dengan motor, maka di blog saya ini konten yang saya bagi mungkin akan banyak bertemakan IT dan Otomotif.

2 comments

  1. om pernah coba jalur yang dari magelang (mungkid) – selo – boyolali?
    ekstrem banget ga sih nanjaknya?
    mau mudik ke delanggu nih

    • bukan cuman pernah, tapi sering… hehehe…
      Mungkid – Tegalrejo – Kaponan – Kopeng = jalur bagus, cuman beberapa titik aja yg aspalnya tambalan
      Kaponan – Ketep – Selo = Bagus, cuman di daerah kaponan ada 1 titik yg rusak parah.
      Selo – Boyolali = Setelah diperbaiki dan diperluas lumayan bagus, namun masih banyak pasirnya.
      Update terakhir kondisi = kemarin sore, coz saya lewat situ 😀 cuman ga lewat mungkid, coz pasar Tegalrejo saya ambil kanan ke arah Secang.

Silahkan berkomentar