Home > Otomotif > Sejarah Super Tenere, Enduro Bike Dari Yamaha (1)

Sejarah Super Tenere, Enduro Bike Dari Yamaha (1)

Setelah kita ngobrol sekelumit sejarah Ducati Multistrada, maka kali ini saya coba mengulas sedikit tentang Yamaha Super Tenere. Sebuah motor adventure favorit saya mulai dari design yang cukup futuristik, gagah, macho dan pastinya power yang cukup memadai. Soal harga, ga mau bahas deh, yang pasti harga di Indonesia jauh lebih mahal daripada harga aslinya di luar negeri sono. Yamaha Super Tenere merupakan legenda dalam ajang Rally Paris Dakar.

XTZ600 (34L) Tahun 1983

Tenere XTZ600 (34L)

Tahun 1983, untuk pertama kalinya Yamaha memproduksi motor silinder tunggal untuk kelas Enduro dengan kubikasi 600cc. Dengan code name XTZ600 (atau kadang disebut XT600Z) yang terinspirasi dari rally Paris-Dakar dimana pada tahun 1979 dan 1980 Cyril Neveu bersama Yamah Motor France dinobatkan sebagai juara. Dengan basis XT550 yang dibekali overbore engine dan kapasitas bahan bakar yang cukup besar hingga 28 liter. XT600Z ini termasuk yang pertama mencangkoknya sistem monocross di motor kelas Enduro, yang kita tahu bahwa umumnya sistem monocross ini hanya ada di kelas Motocross. Dan karena ini juga motor Enduro seberat 165kg menjadi motor yang sempurna bagi para pecinta touring. Dibekali mesin 595cc dan mampu deliver power hingga 43hp dan torsi 49Nm. Tenere dengan model 34L sukses dalam penjualan selama 3 tahun antara 1983 – 1985. Sedikit perubahan juga diperkenalkan di tahun 1985 yang kemudian dikenal dengan model 55W di beberapa negara, meskipun sebenarnya masih sama dengan model 34L.

XTZ600 (1VJ) Tahun 1986

Tenere XTZ600 (1VJ)

Di tahun ini beberapa perubahan mayor dilakukan pada Tenere, dikenalkan dengan model 1VJ. Di model ini juga ditambahkan electric starter. Filter udara dipindahkan dari bawah jok dan kemudian ditempatkan dibawah tangki. Perubahan ini mengakibatkan penurunan kapasitar tangki dari sebelumnya 28 liter menjadi 23 liter saja. Yamaha juga membuat tangki lebih rendah di bagian samping yang bertujuan untuk distribusi berat yang lebih baik. Oil cooler dipasang di depan kepala silinder di sisi sebalah kanan. Perubahan seperti ini bukan tanpa masalah, Tenere pun mudah sekali overheat. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa perubahan dilakukan lagi pada kepala silinder dan karburator, namun selain justru membuat konsumsi bahan bakar meningkat tapi juga mesin menjadi tidak teratur dan bergetar ketika di ketinggian seperti pegunungan Alpen. Hal ini cukup membuat reputasi Tenere menurun drastis.

XTZ600 (3AJ) Tahun 1988

Tenere XTZ600 (3AJ)

Perubahan dari sisi desain dengan menambahkan fairing, visor dengan ukuran kecil plus dobel headlamp, Tenere XTZ600 (3AJ) lahir meski kapasitas tangki masih 23liter. Pembaharuan di bagian mesin dan ditambahkan RDB. Masalah overheat di model sebelumnya juga diperbaiki pada model ini seperti spakbor yang sebelumnya di atas kemudian dipindahkan persis ke atas roda, memperbesar hingga tiga kali lipat sirip pendingin serta beberapa perbaikan lainnya.

XTZ750 Super Tenere (1989)

XTZ750 Super Tenere

Pada tahun ini mesin baru dua silinder dengan 5 katup diperkenalkan. Dual cakram untuk roda depan dan tangki yang lebih besar berkapasitas hingga 26 liter. Model 750 dan kemudian disusul 850 ini juga berhasil memenangkan Paris-Dakar hingga 6 kali. Model ini dihentikan produksinya pada tahun 1996.

Tenere XTZ660 Tahun 1991

XTZ660 (1991)

SOHC dengan 5 katup dan berpendingin cair. Namun tidak begitu nyaman hingga mencapai 75mph. Tidak responsif di RPM rendah, namun power berlimpah di rpm menengah. Lebih ramping dengan tangki berkapasitas hanya 20 liter dan suspensi yang lebih pendek.

Bersambung … 

Sumber Referensi dan Gambar:

  1. http://www.tenere.ch/english/etenerestory.html
  2. http://www.motorcyclenews.com/mcn/news/newsresults/new-bikes/2010/march/mar0310-history-of-the-yamaha-tenere/
  3. http://spekmotor.blogspot.com/2014/03/moge-yamaha-super-tenere-es-2014-si.html
  4. http://www.yamahamotorsports.com/sport/products/modelhome/651/0/home.aspx
  5. http://www.tenere.co.uk
  6. http://www.mbike.com
Setelah kita ngobrol sekelumit sejarah Ducati Multistrada, maka kali ini saya coba mengulas sedikit tentang Yamaha Super Tenere. Sebuah motor adventure favorit saya mulai dari design yang cukup futuristik, gagah, macho dan pastinya power yang cukup memadai. Soal harga, ga mau bahas deh, yang pasti harga di Indonesia jauh lebih mahal daripada harga aslinya di luar negeri sono. Yamaha Super Tenere merupakan legenda dalam ajang Rally Paris Dakar. XTZ600 (34L) Tahun 1983 Tahun 1983, untuk pertama kalinya Yamaha memproduksi motor silinder tunggal untuk kelas Enduro dengan kubikasi 600cc. Dengan code name XTZ600 (atau…

Review Overview

User Rating: 4.9 ( 1 votes)
0

About Khoirul Imamudin

Nama saya Khoirul Imamudin. Tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Kota yang terkenal dengan susunya, yakni Boyolali. Tinggal di sebuah wilayah yang cukup tidak lagi terpencil, tepatnya di Dukuh Jaten Wetan Desa Kragilan Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Selain aktif di dunia IT, saya juga hobby riding dengan motor, maka di blog saya ini konten yang saya bagi mungkin akan banyak bertemakan IT dan Otomotif.

2 comments

Silahkan berkomentar