Impresi Menggunakan LibreOffice Selama 2 Tahun Terakhir

Genap 2 tahun sudah saya dan tim full menggunakan LibreOffice untuk keperluan dokumentasi dan urusan ketik mengetik mulai dari surat menyurat hingga presentasi. Kesan agak ribet mungkin pas pertama kali saya memaksa seluruh anggota tim menggunaan aplikasi opensource ini adalah karena sudah terlanjur familiar dengan Microsoft Office. Jujur meski sebenarnya sama saja, namun memang harus belajar lagi dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang sebenarnya mirip, tapi beda perlakuan.

Di semua station pc tim saya, terutama admin, wajib terinstall LibreOffice ini. Meski masih terinstall juga Microsoft Office (lisensi resmi), namun sekarang jarang dipakai. Kadang Microsoft Office hanya dipakai untuk keperluan tertentu seperti membuka kiriman attachment yang berformat Microsoft Office maupun keperluan lain yang memerlukan fungsi dan fitur di Microsoft Office yang tidak/belum tersedia di LibreOffice. 

Mudah Karena Terbiasa

Ya, aplikasi apapun akan terasa mudah digunakan karena kita sudah terbiasa menggunakannya. Bagi pengguna Microsoft Word, pasti akan bilang lebih mudah daripada menggunakan LibreOffice Writer. Demikian juga sebaliknya.

OpenSource, Free dan Gratis

Tentunya dengan opensource, kita bisa download source nya secara free. Tapi mungkin hal ini tidak begitu penting bagi user yang keperluannya tinggal pakai. Gratis di download dari situs resminya, kita tidak perlu keluar biaya untuk membeli lisensi. Mungkin beberapa ribu rupiah untuk membayar paket data. Namun kita juga bisa memberikan donasi untuk mensupport pengembangannya di https://www.libreoffice.org/donate/ 

Paket Aplikasi Komplit

Setelah menginstall LibreOffice, kita sudah mendapatkan paket aplikasi yang komplit untuk keperluan perkantoran. Seperti: Base, Calc, Drwa, Impress, Math dan tentunya Writer. Kurang apalagi coba untuk sekelas aplikasi gratisan ? 

Tersedia Versi Portable

Selain versi terintall, kita juga bisa mendownload versi portablenya. Pastinya ini cukup berguna ketika kita sering bekerja dengan berpindah-pindah komputer yang belum tentu semuanya tersedia aplikasi LibreOffice ini, terlebih ketika kita kebetulan tidak membawa laptop pribadi.

Nah, sekilas saja impresinya, tinggal sampeyan silahkan coba sendiri. Sekarang sudah jauh lebih nyaman digunakan dari versi-versi terdahulu yang terlihat masih kasar. Dari segi tampulan juga sudah cantik, clean, dan sudah ada themes juga walaupun saya pribadi soal themes ini masih sangat jelek. Fitur di versi baru juga menampilan ribbon bar ala-ala Ms. Office, tapi saya sendiri malah kurang suka. 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Silahkan berkomentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.